KESETARAAN
Duhai engkau yang bernaung di bawah sangsaka pengabdian, menjelang nafasku terengah dalam lelah menanti keputusan, kau harus ada membersamai keniscayaanku untuk mendapatkanmu. Duhai engkau yang beratribut kemegahan, sang putri raja yang berhias mahkota keanggunan. Kemarilah, temani daku dalam enyah jiwa yang tiada kawan menemani. Ku berdalih mencari sepi pada putaran roda kehidupan yang damai seraya mendamaikan yang bercampur-aduk menjadi satu gumpalan darah dan nanah pengabdian pada hati yang beku. Duhai kasih, pulangkan hatiku menuju rumahnya yang sekadar berdinding rajutan bambu-bambu kering dan berpintu hati yang sesuci embun pagi. Duhai melatiku, senja nanti entah bagaimana kisahnya lagi?
Kelamnya batinku yang bersimpuh dalam sepi
Meraung tajam hempaskan tepian hati
Di antara sepi itu aku seharusnya mati
Menjadi hampa dalam sunyi
Kaulah penyemangat dalam hari-hariku yang tak bermakna
Tatkala senja beriringan dengan cakrawala
Berharap engkau disana
Komentar